TANJUNG SELOR,teropongkaltara.com– Perekonomian Kalimantan Utara (Kaltara) terus menunjukkan tren positif sepanjang triwulan II 2026. Investasi yang meningkat dan lonjakan sektor kelistrikan menjadi dua faktor utama yang menopang pertumbuhan ekonomi daerah di tengah dinamika ekonomi nasional dan global.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara mencatat ekonomi Kaltara pada triwulan II 2026 tumbuh 4,96 persen secara tahunan (year on year/y-on-y) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kepala BPS Kaltara, Mustaqim, mengatakan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kaltara atas dasar harga berlaku pada triwulan II 2026 mencapai Rp42,47 triliun. Sementara berdasarkan harga konstan 2010, PDRB tercatat sebesar Rp19,79 triliun.
“Pertumbuhan ini menunjukkan aktivitas ekonomi daerah tetap terjaga di tengah berbagai dinamika ekonomi,” kata Mustaqim, Kamis (6/8).
Dari sisi lapangan usaha, sektor Pengadaan Listrik dan Gas mencatat pertumbuhan tertinggi, yakni mencapai 190,26 persen secara tahunan. Lonjakan tersebut menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi Kaltara pada periode tersebut.
Sementara dari sisi pengeluaran, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi menjadi komponen dengan pertumbuhan yang cukup signifikan, mencapai 20,18 persen.
Kinerja ekonomi Kaltara juga menunjukkan penguatan dibandingkan triwulan sebelumnya. Secara quarter to quarter (q-to-q), ekonomi Kaltara tumbuh 2,53 persen.
Pertumbuhan tersebut kembali ditopang sektor Pengadaan Listrik dan Gas yang tumbuh 182,66 persen, sementara investasi melalui PMTB meningkat 27,19 persen.
Secara kumulatif, perekonomian Kaltara sepanjang semester I 2026 tumbuh 5,09 persen dibandingkan semester | 2025. Pertumbuhan tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi daerah masih berada dalam tren positif, terutama didorong perkembangan sektor kelistrikan dan investasi.
Meski mencatat pertumbuhan positif, kontribusi ekonomi Kaltara terhadap total perekonomian Pulau Kalimantan masih relatif kecil. Kaltara memberikan kontribusi sekitar 8,04 persen, menjadi yang terendah dibandingkan provinsi lain di Kalimantan.
Kalimantan Timur masih menjadi penyumbang terbesar terhadap perekonomian Pulau Kalimantan dengan kontribusi mencapai 46,70 persen.
Sementara dari sisi pertumbuhan ekonomi tahunan antarprovinsi di Kalimantan, Kalimantan Barat mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 5,87 persen. Kaltara sendiri tetap mempertahankan pertumbuhan positif dengan laju 4,96 persen.
Kinerja tersebut menunjukkan bahwa investasi dan pengembangan infrastruktur energi, khususnya sektor kelistrikan, semakin memainkan peran penting dalam menopang aktivitas ekonomi Kaltara.* (dkisp)
