SENTUH MASYARAKAT : Sekda Ernes Silvanus, program ini menyentuh masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah. Kalau kita subsidi, masyarakat awam yang paling merasakan dampaknya. (foto: ist)
MALINAU – Salah satu upaya untuk meringankan beban masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), mulai melakukan uji coba program subsidi ongkos angkut penumpang (SOAP) untuk rute darat Malinau–Tanjung Selor yang dioperasikan oleh Perum DAMRI, Jumat (11/7/2025).
Program ini memangkas harga tiket hampir setengahnya, dari tarif normal Rp190.000 menjadi hanya Rp100.000/orang.
Kebijakan ini merupakan strategi Pemkab Malinau dalam meringankan beban masyarakat, khususnya mereka yang berpenghasilan menengah ke bawah, di tengah kenaikan biaya transportasi yang cukup tinggi.
Sekretaris Daerah (Sekda) Malinau, Ernes Silvanus, menjelaskan uji coba ini dilakukan untuk mengukur respon dan efektivitas program, sebelum nantinya diluncurkan secara resmi oleh Bupati Wempi W Mawa.
Sekda menegaskan, syarat utama mendapatkan subsidi adalah warga yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Malinau.
“Yang biasanya membayar Rp190.000 per orang, hanya membayar Rp100.000. Tapi syaratnya jelas, harus ber-KTP Malinau,” jelas Ernes.
Salah satu penumpang yang merasakan langsung manfaat program ini yaitu Kristina, warga asal Long Pujungan, yang akan bepergian bersama keluarganya.
Kristina dan keluarga mengaku, sangat terbantu dengan adanya program tersebut, karena hanya membayar Rp300.000 untuk tiga orang dari tarif normal Rp570.000.
“Apalagi sekarang ongkos tiket naik cukup besar, ya. Jadi, dengan adanya program ini sangat membantu sekali,” ungkapnya.
Program subsidi ini merupakan kelanjutan dari kebijakan serupa yang telah lebih dulu dilakukan Pemkab Malinau, seperti subsidi transportasi udara ke wilayah perbatasan dan subsidi transportasi sungai/laut rute Malinau–Tarakan.
Menurut Sekda Ernes, program ini ditujukan untuk menjangkau masyarakat yang paling terdampak secara ekonomi.
“Ini menyentuh masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah. Kalau kita subsidi, masyarakat awam yang paling merasakan dampaknya,” jelasnya.
Setelah masa uji coba selesai, Pemkab Malinau akan melakukan evaluasi menyeluruh, sebelum meresmikan subsidi bus Malinau–Tanjung Selor sebagai layanan permanen. (kominfo malinau)
Eksplorasi konten lain dari
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
