Gubernur Buka Musdalub DAD Kaltara, Dorong Penguatan Peran Adat dan Persatuan Masyarakat

TANJUNG SELOR, teropongkaltara.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) menegaskan komitmennya mendukung penguatan lembaga adat sebagai bagian penting pembangunan daerah. Hal tersebut disampaikan Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., saat membuka Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) Dewan Adat Dayak (DAD) Kaltara di Aula Kantor Gubernur Kaltara, Jumat (29/5).

Dalam sambutannya, Gubernur Zainal menyebut Musdalub bukan hanya agenda internal organisasi, tetapi momentum memperkuat persatuan masyarakat adat dan menjaga nilai budaya di tengah perkembangan zaman.

“Dewan Adat Dayak merupakan rumah besar masyarakat adat yang memiliki peran penting menjaga kebersamaan, budaya, dan keharmonisan di Kalimantan Utara,” ujarnya.

Menurutnya, posisi Kaltara sebagai wilayah perbatasan sekaligus penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) membutuhkan fondasi sosial dan budaya yang kuat agar pembangunan tetap berjalan selaras dengan kearifan lokal.

Karena itu, keberadaan DAD dinilai strategis sebagai mitra pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan, pelestarian budaya, dan keberlanjutan lingkungan.

Gubernur Zainal juga mengapresiasi keberagaman sub-suku Dayak di Kaltara, seperti Kenyah, Kayan, Lundayeh, Bulungan, Tidung, dan lainnya yang selama ini hidup berdampingan dalam semangat persaudaraan.

Ia berharap perbedaan pandangan dalam organisasi dapat diselesaikan melalui musyawarah demi menjaga marwah adat dan kekompakan masyarakat.

“Keberagaman yang ada harus menjadi kekuatan pemersatu untuk membangun Bumi Benuanta,” katanya.

Selain penguatan kelembagaan adat, Pemprov Kaltara juga mendorong pengembangan ekonomi berbasis budaya lokal. Berbagai potensi seperti kerajinan tradisional, seni pertunjukan, kuliner khas, hingga produk budaya lainnya dinilai memiliki peluang besar meningkatkan kesejahteraan masyarakat apabila dikelola secara berkelanjutan.

Menurut Zainal, pelestarian budaya tidak hanya berkaitan dengan menjaga identitas daerah, tetapi juga dapat menjadi sumber ekonomi kreatif yang melibatkan generasi muda.

Di akhir sambutannya, Gubernur menegaskan Pemprov Kaltara akan terus mendukung program pembinaan desa budaya, pelestarian situs adat, hingga penguatan festival budaya sebagai bagian dari pembangunan daerah berbasis kearifan lokal.

“Melalui Musdalub ini diharapkan lahir keputusan terbaik yang mampu memperkuat lembaga adat dan memberikan kontribusi positif bagi kemajuan Kaltara,” pungkasnya.

Pembukaan Musdalub DAD Kaltara ditandai dengan pemukulan gong sebanyak tiga kali oleh Gubernur Kaltara. (dkisp)


Eksplorasi konten lain dari

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Eksplorasi konten lain dari

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca