Dentuman Bambu Gantikan Kembang Api pada Penutupan HUT ke-27 dan Irau ke-12 Malinau, UMKM Rasakan Dampak Ekonomi

MALINAU, TEROPONG KALTARA – Penutupan rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Malinau dan Irau ke-12 berlangsung meriah. Berbeda dari perayaan sebelumnya yang identik dengan pesta kembang api, Pemerintah Kabupaten Malinau kali ini memilih menghadirkan dentuman bambu sebagai simbol kegembiraan sekaligus upaya mengangkat kembali kearifan lokal masyarakat.

Acara penutupan yang berlangsung di kawasan Lapangan Pro Sehat, Padan Liu Burung (PLB), tersebut dihadiri Gubernur Kalimantan Utara, Kapolda Kalimantan Utara, serta sejumlah pejabat dari kabupaten dan kota se-Kalimantan Utara.

Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, S.E., M.H., menjelaskan bahwa penggunaan bambu sebagai pengganti kembang api merupakan bagian dari upaya melestarikan tradisi masyarakat yang telah dikenal sejak masa lalu.

“Itu adalah kearifan lokal, jadi kita tidak letupkan kembang api, tapi kita ganti dengan bambu-bambu yang ledakan-ledakan masa lalu,” ujar Wempi seusai penutupan kegiatan.

Menurutnya, dentuman bambu tersebut menjadi wujud sukacita masyarakat dalam merayakan hari jadi Kabupaten Malinau dan pelaksanaan Irau.

Berdasarkan laporan dari lokasi kegiatan, setiap organisasi perangkat daerah (OPD) diwajibkan menyiapkan lima potong bambu. Secara keseluruhan, jumlah bambu yang terpasang dilaporkan mencapai ratusan potong.

Wempi juga menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya seluruh rangkaian kegiatan. Ia menilai keberhasilan perayaan tidak terlepas dari dukungan dan partisipasi masyarakat Kabupaten Malinau.

Bupati turut menyoroti keberagaman budaya yang ditampilkan selama pelaksanaan Irau sebagai gambaran kehidupan masyarakat yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan toleransi.

“Malinau adalah kabupaten yang penuh dengan budaya dan toleransi yang tinggi di tengah-tengah masyarakat,” ungkapnya.

Selain menampilkan berbagai atraksi budaya, malam penutupan juga dimeriahkan hiburan artis ibu kota dengan penampilan lagu Tabola Bale. Kehadiran masyarakat yang memadati kawasan kegiatan menambah semarak suasana penutupan.

Ratusan Pelaku UMKM Manfaatkan Momentum Irau

Di balik kemeriahan perayaan HUT dan Irau, kegiatan tersebut turut memberikan peluang ekonomi bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ratusan tenda pedagang berdiri mengelilingi kawasan Lapangan Pro Sehat. Para pelaku usaha memanfaatkan tingginya kunjungan masyarakat untuk menjajakan berbagai produk dagangan.

Salah seorang pedagang UMKM, Andika Pradanu, bersama istrinya, turut mengambil bagian dalam aktivitas perdagangan selama perayaan berlangsung.

Berdasarkan laporan yang dihimpun, kegiatan tersebut dinilai membantu perekonomian keluarga para pedagang yang memperoleh kesempatan berusaha di tengah keramaian pengunjung.

Para pelaku UMKM juga berharap Pemerintah Kabupaten Malinau kembali memberikan kesempatan berjualan pada pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Utara yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026, dengan Kabupaten Malinau sebagai tuan rumah.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Malinau, Drs. Kristian, M.Si., turut tercatat dalam laporan kegiatan tersebut.

Kemeriahan Penutupan Sisakan Sampah

Sementara itu, tingginya antusiasme masyarakat yang menghadiri malam penutupan juga menyisakan persoalan kebersihan lingkungan.

Berdasarkan laporan dari lokasi, kawasan kegiatan dipenuhi sampah yang ditinggalkan pengunjung seusai acara berlangsung.

Kondisi tersebut menjadi perhatian tersendiri, mengingat kegiatan berskala besar yang melibatkan banyak pengunjung membutuhkan pengelolaan kebersihan secara optimal.

Kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya serta kesiapan fasilitas kebersihan menjadi bagian penting dalam menjaga kenyamanan ruang publik.

Secara keseluruhan, pelaksanaan HUT ke-27 dan Irau ke-12 Kabupaten Malinau menjadi momentum perayaan budaya, kebersamaan masyarakat, sekaligus penggerak aktivitas ekonomi lokal.

Tradisi dentuman bambu yang kembali dihadirkan sebagai pengganti kembang api juga menjadi salah satu ciri khas penutupan perayaan tahun ini, sejalan dengan semangat pelestarian budaya dan keberagaman masyarakat Kabupaten Malinau.*

Laporan/foto: Anwar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *