DWP Kaltara Ajak Perkuat Peran Keluarga dan Sekolah Cegah Bullying

TANJUNG SELOR, teropongkaltara.com– Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kalimantan Utara (Kaltara) mendorong penguatan peran keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat dalam mencegah perundungan (bullying) terhadap anak.

 

Ketua DWP Kaltara, Hj. Sipta Meylina Denny Harianto, S.Psi., M.M., menyampaikan hal tersebut saat menghadiri peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 tingkat Provinsi Kaltara di Kantor Gubernur Kaltara, Kamis (6/8).

 

Sipta menilai pencegahan perundungan membutuhkan keterlibatan bersama, terutama orang tua, guru, teman sebaya, serta lingkungan sekitar. Menurutnya, kolaborasi tersebut penting dalam membentuk karakter anak yang mampu saling menghormati dan menghargai.

 

“Anak-anak harus memahami bagaimana menghindari bullying dan belajar saling menghargai agar kasus seperti ini tidak terus berulang,” ujar Sipta.

 

Ia juga mengapresiasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara, para sponsor, serta seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan peringatan HAN. Antusiasme anak-anak dalam mengikuti rangkaian kegiatan, kata dia, menunjukkan pentingnya menghadirkan ruang yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak.

 

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Anak-anak juga sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian acara,” katanya.

 

Selain pencegahan perundungan, DWP Kaltara menyatakan komitmennya untuk mendukung program pemerintah dalam pemenuhan hak anak. Dukungan tersebut antara lain melalui kepemilikan Kartu Identitas Anak (KIA), pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus, serta kegiatan edukasi melalui program DWP Mengajar.

 

Sipta menegaskan, setiap anak memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan dan kesempatan berkembang tanpa diskriminasi.

 

Ia juga mengingatkan anak-anak Kaltara agar terus meningkatkan semangat belajar serta menggunakan teknologi informasi secara bijak. Menurutnya, perkembangan teknologi harus dimanfaatkan untuk mendukung proses belajar dan meningkatkan literasi digital.

 

“Anak-anak Kaltara memiliki potensi besar untuk bersaing dengan daerah lain. Gunakan teknologi untuk hal-hal yang positif dan terus tingkatkan literasi digital,” pungkasnya.* (dkisp)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *