PBSI Malinau Selenggarakan Bupati Malinau Cup Open 2022

TeropongKALTARA.com, MALINAU – Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kabupaten Malinau menggelar Turnamen Bulutangkis “Bupati Malinau Cup Open 2022” yang dilaksanakan di Gedung Olah Raga (GOR) Bulutangkis Malinau, Senin (5/9/2022).

Ketua PBSI Kabupaten Malinau Ernes Silvanus menjelaskan, pertama, tujuan diadakannya turnamen ini pertama seleksi bagi atlet yang masih berstatus pelajar untuk mengikuti Kejurprov dan Porprov tingkat Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).

Kedua, meningkatkan daya saing dan pengalaman pemain bulutangkis lokal Malinau. Ketiga, meningkatkan semangat olah raga kepada generasi muda, khususnya peminat pada bidang olah raga bulutangkis.

Keempat meningkatkan perekonomian masyarakat dengan menyediakan tempat bagi UMKM, agar dapat berjualan ketika penyelenggaraan turnamen berlangsung.

Peserta dari turnamen ini sendiri berasal dari berbagai daerah di Indonesia dengan mempertandingkan beberapa kategori, diantaranya Ganda Putra Open/Nasional diikuti 16 pasang, Ganda Putra Veteran (jumlah usia 90 tahun) diikuti 18 pasang.

Selain itu, Ganda Putra diikuti 18 pasang, Ganda Putra Level B (Malinau) diikuti 26 pasang, Ganda Putra Level C (Malinau) diikuti 64 pasang, Tunggal Taruna Putra Setingkat SMA/Sederajat diikuti 28 orang, Tunggal Taruna Putri diikuti 16 orang, Tunggal Remaja Putra diikuti 18 orang, Tunggal Remaja Putri 12 orang.

“Ganda Putra Nasional ini nanti akan dipertandingkan pada tanggal 8 September 2022 yang mana berasal dari nasional semua. Nanti akan ada 1 mantan pemain nasional kita yaitu Tantowi Ahmad akan datang ke Malinau. Beliau akan mengajar anak-anak kita teknik bermain,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Malinau Wempi W Mawa, yang membuka turnamen berharap kepada seluruh peserta, khususnya para atlet Malinau untuk menjadikan momen Bupati Cup sebagai wadah yang tepat, sekaligus sebagai momen yang baik untuk bertukar pengalaman demi peningkatan skill dalam bermain bulutangkis, sehingga dengan latihan keras bukan tidak mungkin mereka yang akan diundang untuk bermain di berbagai daerah.

“Pesan saya, bermainlah dengan sportif dengan memperhatikan tata tertib yang telah diatur, sehingga momen ini selalu diingat akan manfaatnya dan pada akhirnya dapat diselenggarakan lagi di kemudian hari,” tuturnya. (dsip)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *