TARAKAN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menegaskan komitmennya dalam mendukung sektor kelapa sawit sebagai penggerak ekonomi daerah. Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Kaltara, Ingkong Ala, dalam Workshop Penguatan Kelembagaan dan Kemitraan Petani Sawit, Senin (26/05) di Hotel Lotus, Tarakan.
Wagub mengapresiasi DPW Apkasindo Kaltara atas inisiatif strategis ini. Ia menekankan pentingnya sinergi antara petani, pemerintah, dan perusahaan untuk membangun kemitraan yang adil dan berkelanjutan.
Saat ini, Kaltara memiliki areal tanam sawit seluas 39.466,5 hektar dengan produksi 75.739 ton. Kabupaten Nunukan menjadi wilayah terluas. Pada 2022, subsektor sawit menyumbang Rp3,9 triliun terhadap PDRB Kaltara.
Namun, tantangan seperti ketimpangan posisi tawar, akses teknologi, dan keterbatasan pembiayaan masih menghambat kemajuan petani. Oleh karena itu, Wagub mendorong percepatan pembangunan infrastruktur hilirisasi dan peningkatan kapasitas kelembagaan petani.
Target kontribusi sektor sawit terhadap PAD 2024 ditetapkan sebesar Rp56,35 miliar. Dalam kesempatan itu, juga diluncurkan Koperasi Merah Putih sebagai penguatan kelembagaan ekonomi petani sawit.
Workshop ini turut dihadiri pejabat pusat dari Kementerian Pertanian, BPDPKS, DPP Apkasindo, dan mitra lainnya.
Sumber: dkisp.kaltara
(https://dkisp.kaltaraprov.go.id)
Eksplorasi konten lain dari
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.