Dekranasda Dorong Talenta Muda Fashion Naik Kelas

TANJUNG SELOR,teropongkaltara.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) terus mendorong pengembangan talenta muda di sektor ekonomi kreatif, khususnya industri fesyen, melalui peningkatan keterampilan desain dan menjahit.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Coaching Fashion Design dan Menjahit bagi Calon Fashion Designer Muda yang digelar di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Tanjung Selor, Senin (24/8).

Kegiatan dibuka Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kaltara, Hj. Rahmawati Zainal, S.H., yang diwakili Wakil Ketua Harian Dekranasda Kaltara, Sipta Meylina Denny Harianto, S.Psi., M.M.

Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Dekranasda Kaltara, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kaltara, serta Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop) Kaltara. Coaching juga menjadi bagian dari rangkaian Karya Kreatif Benuanta 2026.

Dalam sambutan tertulis Ketua Dekranasda Kaltara yang dibacakan Sipta Meylina, disampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak sekadar memberikan keterampilan teknis kepada peserta, tetapi juga membuka ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas sekaligus melihat potensi ekonomi kreatif sebagai peluang masa depan.

“Yang kita bangun bukan hanya keterampilan, tetapi juga ruang bagi generasi muda untuk berkreasi dan mengembangkan potensi ekonomi kreatif daerah,” ujar Sipta.

Para peserta merupakan talenta muda yang sebelumnya telah lolos seleksi dalam Lomba Fashion Design. Mereka kemudian mendapatkan kesempatan untuk memperdalam kemampuan desain dan menjahit melalui pendampingan mentor fesyen, Fomalhaut Zamel dan Ade Suhanda.

Dekranasda Kaltara juga mendorong para peserta agar mampu mengangkat kekayaan budaya lokal ke dalam karya fesyen yang lebih modern, kreatif, dan sesuai dengan perkembangan zaman.

Kaltara memiliki beragam kekayaan wastra, mulai dari batik hingga tenun khas daerah yang berpotensi dikembangkan menjadi produk fesyen bernilai ekonomi sekaligus memiliki identitas kuat.

“Budaya lokal kita memiliki potensi besar. Tantangannya adalah bagaimana mengolahnya menjadi karya yang kreatif, modern, dan relevan dengan generasi sekarang,” lanjutnya.

Menurut Sipta, penguasaan teknik desain dan menjahit perlu diiringi dengan kemampuan melihat peluang pasar. Karena itu, peserta juga didorong memiliki jiwa kewirausahaan serta keberanian menjadikan kreativitas sebagai bagian dari pengembangan usaha.

Melalui kegiatan coaching tersebut, Dekranasda Kaltara berharap para peserta tidak hanya mampu menghasilkan karya yang menarik secara visual, tetapi juga memahami proses pengembangan produk, memiliki daya saing, dan mampu mengangkat identitas lokal dalam industri fesyen.

Pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan dapat melahirkan talenta-talenta muda Kaltara yang mampu berkembang sebagai fashion designer maupun pelaku usaha kreatif. Mereka diharapkan mampu membawa kekayaan budaya dan identitas Kaltara ke pasar yang lebih luas, baik tingkat nasional maupun internasional.* (dkisp)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *