39 Peserta Ikuti Balap Speedboat, UMKM Ikut ‘Kecipratan’ Manfaat Ekonomi

TARAKAN,teropongkaltara.com – Deru mesin speedboat 40 PK bersahutan dari kawasan dermaga Rumah Makan Lemakan Samudra, Tarakan, Minggu (23/8) pagi. Puluhan speedboat berjejer di dermaga, sementara para motoris bersiap menghadapi lintasan dalam ajang yang tidak hanya menyuguhkan adu kecepatan, tetapi juga mempertemukan pengguna speedboat dari berbagai daerah.

Sebanyak 39 peserta ambil bagian dalam Speedboat Race yang digelar Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) XIII. Peserta tidak hanya berasal dari Tarakan, tetapi juga Balikpapan, Penajam, Nunukan, Tawau hingga Singapura.

Perlombaan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1 Kodaeral XIII sekaligus memeriahkan HUT ke-81 Republik Indonesia. Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., bersama Wakil Komandan Kodaeral XIII, Laksamana Pertama TNI Bambang Kuncoro, mengibarkan bendera start sebagai tanda dimulainya perlombaan.

Bagi masyarakat Kaltara, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir, speedboat bukan sekadar sarana untuk mengikuti perlombaan. Perahu bermesin 40 PK juga menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari, termasuk sebagai sarana transportasi menuju kawasan tambak.

Gubernur Zainal menilai perlombaan tersebut memiliki makna lebih luas. Selain menjadi ajang olahraga dan hiburan, kegiatan itu dapat menjadi ruang silaturahmi bagi para pengguna speedboat dari berbagai daerah.

“Speedboat 40 PK ini banyak digunakan masyarakat pesisir sebagai sarana transportasi ke tambak. Jadi, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi bagi para penggunanya,” ujar Zainal.

Ramainya kegiatan turut memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Penonton berdatangan untuk menyaksikan perlombaan, sementara pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperoleh kesempatan memanfaatkan keramaian tersebut untuk meningkatkan aktivitas ekonomi.

Menurut Zainal, kegiatan masyarakat seperti Speedboat Race layak mendapat dukungan karena tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memperkuat interaksi sosial sekaligus menggerakkan perekonomian warga.

“Kami mendukung kegiatan seperti ini sesuai dengan kemampuan pemerintah daerah,” katanya.

Sebelum perlombaan dimulai, Zainal turut mengemudikan speedboat dalam konvoi bersama peserta dan panitia. Dari atas speedboat, ia melihat langsung kesiapan lintasan yang akan digunakan peserta untuk beradu kecepatan dan ketangkasan.

Dengan total hadiah mencapai Rp150 juta, perlombaan berlangsung semakin meriah. Namun, lebih dari sekadar menentukan siapa yang tercepat, Speedboat Race tersebut menunjukkan bagaimana aktivitas yang lekat dengan kehidupan masyarakat pesisir dapat dikembangkan menjadi ajang olahraga, hiburan, silaturahmi, sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.

Ke depan, kegiatan serupa dinilai memiliki potensi untuk terus dikembangkan sebagai agenda olahraga dan wisata yang memperkenalkan karakter masyarakat pesisir Kaltara kepada peserta maupun pengunjung dari berbagai daerah, termasuk mancanegara.

Selain memperluas jejaring antarpengguna speedboat, kegiatan tersebut juga membuka peluang bagi UMKM dan pelaku usaha lokal untuk memperoleh manfaat ekonomi dari meningkatnya aktivitas masyarakat dan kunjungan peserta.* (dkisp)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *