TANJUNG SELOR,teropongkaltara.com – Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) terus memperkuat kesiapsiagaan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Brigdalkarhutla).
Tim gabungan dikerahkan untuk menangani sejumlah titik kebakaran di Kabupaten Bulungan, Kabupaten Tana Tidung, dan Kota Tarakan. Upaya dilakukan dengan melokalisasi titik api dan mencegah penyebaran kebakaran ke kawasan permukiman maupun lingkungan sekitar, Sabtu (15/8).
Penanganan melibatkan personel Brigdalkarhutla dari Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Bulungan, UPTD KPH Tana Tidung, dan UPTD KPH Tarakan.
Di Kabupaten Bulungan, tim gabungan melakukan pemadaman di kawasan Tanjung Selor Timur, Kecamatan Tanjung Selor, sejak Jumat (14/8) sore hingga malam hari. Petugas harus menembus vegetasi yang rimbun dan semak kering untuk menjangkau titik api.
Selain Tanjung Selor Timur, penanganan juga dilakukan di kawasan Selimau dengan luas lahan terbakar diperkirakan mencapai 7 hektare dan Desa Kapuak sekitar 1,2 hektare. Penyisiran dan pemadaman turut dilakukan di kawasan Kilometer (Km) 2 dan Km 9.
Sementara itu, api yang sempat mengarah ke kawasan Km 12 berhasil dihentikan berkat respons cepat personel Brigdalkarhutla.
Khusus di Tanjung Selor Timur, pemadaman dimulai sekitar pukul 16.42 WITA dan berlangsung hingga malam hari. Petugas menarik selang melalui vegetasi yang rapat untuk melakukan pembasahan secara menyeluruh atau cooling down pada pusat api, termasuk sisa tunggak pohon yang masih membara.
Medan yang dipenuhi semak serta asap pekat tidak menyurutkan upaya petugas. Pemadaman dan penyisiran terus dilakukan hingga titik api berhasil dilokalisasi dan kondisi dinyatakan terkendali.
Di Kota Tarakan, personel UPTD KPH Tarakan melakukan penanganan kebakaran di kawasan Binalatung, Kelurahan Pantai Amal. Petugas menghadapi medan berbukit dengan luas lahan terbakar diperkirakan mencapai 4 hektare. Setelah dilakukan pemadaman dan pendinginan, kondisi di lokasi berhasil dikendalikan.
Kepala Dishut Kaltara, Nur Laila, S.Hut., M.Si., mengimbau masyarakat, khususnya pemilik dan pengelola lahan, untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.
“Dengan kondisi cuaca dan vegetasi yang kering seperti sekarang, risiko kebakaran sangat tinggi. Kami mengimbau masyarakat tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar,” ujarnya.
Ia juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan kepulan asap, titik api, atau indikasi karhutla kepada UPTD KPH terdekat maupun pihak berwajib.
“Kalau melihat asap atau titik api, segera laporkan agar bisa ditangani lebih cepat sebelum kebakaran meluas,” pungkasnya.
Dishut Kaltara menegaskan kesiapsiagaan dan respons cepat akan terus diperkuat untuk mengantisipasi potensi karhutla, terutama di tengah kondisi vegetasi yang kering dan meningkatnya risiko kebakaran.* (dkisp)
