TP PKK Dorong Masyarakat Kaltara Kreatif Olah Pangan Lokal

TANJUNG SELOR, teropongkaltara.com – Wakil Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Kornie Serliany Ingkong Ala, S.T., mendorong masyarakat terus mengembangkan kreativitas dalam mengolah pangan lokal agar memiliki nilai tambah sekaligus mendukung diversifikasi pangan di daerah.

Pesan tersebut disampaikan Kornie saat mewakili Ketua TP PKK Kaltara, Hj. Rahmawati Zainal, S.H., dalam Lomba Kudapan Berbahan Dasar Singkong dan Cabe yang digelar bersama Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kaltara sebagai bagian dari rangkaian Karya Kreatif Benuanta (KKB) 2026, Sabtu (29/8/2026).

Mengusung tema “Diversifikasi Pangan dan Kreativitas Pangan Lokal”, kegiatan tersebut diikuti 31 peserta dari Kabupaten Bulungan dan Kota Tarakan. Peserta berasal dari Kelompok Wanita Tani (KWT), pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), komunitas, serta generasi muda.

Menurut Kornie, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenali potensi pangan lokal sekaligus mengembangkan berbagai produk olahan secara kreatif.

“Kami berharap kegiatan ini dapat mendorong masyarakat untuk semakin kreatif memanfaatkan pangan lokal yang tersedia di daerah,” kata Kornie.

Ia mengatakan singkong dan cabe merupakan komoditas lokal yang dapat diolah menjadi beragam produk pangan. Dengan pengolahan yang baik, kedua bahan tersebut tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan konsumsi, tetapi juga memiliki potensi ekonomi bagi masyarakat.

Karena itu, kreativitas dalam mengolah pangan lokal perlu terus didorong, termasuk melalui kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung.

“Pangan lokal memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan. Yang penting adalah bagaimana kita mengolahnya dengan baik dan terus mencari bentuk produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Kornie juga mengapresiasi keterlibatan berbagai kelompok masyarakat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, keikutsertaan KWT, UMKM, komunitas, dan generasi muda menunjukkan bahwa pengembangan pangan lokal dapat dilakukan secara bersama-sama.

Selain perlombaan, hasil kreasi peserta dari Bulungan dan Tarakan turut ditampilkan di area pameran. Produk-produk tersebut menjadi sarana edukasi sekaligus promosi bagi masyarakat untuk melihat beragam inovasi olahan berbahan dasar singkong dan cabe.

Usai perlombaan, salah satu juri, Chef Wahyu, turut memberikan demo memasak olahan singkong di hadapan peserta dan panitia.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat diversifikasi pangan sekaligus membuka peluang pengembangan usaha berbasis komoditas pertanian lokal di Kaltara.*(dkisp)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *