Podcas JK – Kadis Kominfo Bahas Berita Hoax Jelang Pemilu

Kadis Kominfo Kaltara Ilham Zain

 TeropongKALTARA,com, TANJUNG SELOR – Podcast Jurnal Kaltara (JK) – Kepala Dinas Komunikasi informatika dan persandian (Kadis Kominfo), Provinsi Kaliman Utara (Kaltara) Ilham Zain, membahas kemungkinan munculnya berita hoax menjelang pemilihan umum (pemilu) yang akan berlangsung tahun 2024.

“Untuk menangkal berita hoax menjelang tahun politik 2024. Ya, saya kira menjelang tahun politik ini narasinya teman teman tumbuh di media sosial cukup tinggi, karena menyangkut masalah dukung mendukung,” kata Ilham Zain, dalam pembahasan literasi menangkal soal berita hoax menjelang pemilu 2024 di ruang Kadis Kominfo, Kamis (22/6/2023).

Menurut Ilham Zain, memang perlu memberikan pemahaman kepada pemilih, masyarakat/publik luas, termasuk pemilih milenial agar lebih tertata, tapi bukan juga di setting,  bebas. Cuma, tetap ada rambu rambu yang harus dipenuhilah.

Ciri ciri berita hoax yang ada di media sosial itu, sambungnya, untuk mengenali ciri-cirinya, sebenarnya tidak terlalu sulit.

“Secara personal untuk menilai berita ini apakah tendensius, menyerang, mengandung ujaran-ujaran kebencian  yang artinya bisa menyangkut delik. Ya, delik hukum.

Kita ini manusia, katanya, selain ada sistem yang mengatur. Artinya, kita punya hati nurani, pengalaman bisa menilai sesuatu itu dari sisi apa. Melihat bahwa ini sebenarnya salah, tidak tepat.

“Ini tidak sesuailah atau layakkah. Asumsi ini sebenarnya bisa jadi ciri ciri, mungkin seperti dia ada berita atau sifatnya menyerang secara pribadi. Kata kata seperti itu tendensius. Kadang juga sulit diklarifikasi sumber tidak jelas. bernuansa permusuhan itu sebenarnya ciri ciri berita hoax,” ujar mantan wartawan itu menjelaskan.

Jelas Ilham, berita hoax sebenarnya bisa dilihat secara kasat mata. “Bisa dipastikan, oh ini indikasi hoax.  Di era digital saat sekarang ini sumber daya manusia beragam. Tingkat pemahaman ada yang cepat, ada yang mungkin masih meraba-raba untuk menguji berita itu hoax atau tidak di media sosial khususnya.”

Karena memang setiap person, imbuhnya, manusia itu ‘kan punya beda beda pengetahuan. “Kita sebagai pemerintah atau orang-orang yang bertanggungjawab terhadap peredaran waktu merasa terpanggil, ya gitu harusnya terus berupaya. Karena bentuk literasi ibarat kertas masih putih lah menghapus, pemblokiran dan seterusnya,” paparnya.

“Persoalan dan bagaimana, cara-cara apa menyikapinya. Jadi, memang dengan undang undang  keterbukaan informasi publik itu tidak ada lagi Batasan. Tidak ada lagi hal-hal yang bisa dibendung, dan pemerintah sendiri tidak boleh represif untuk mengatasi berita, tidak bias. Karena sudah meratifikasi perjanjian dunia, pemerintah tidak boleh represif.”

Untuk apa, sambungnya lagi, sepanjang itu memang belum terbukti. Artinya, kalau memang dia ada keputusan yang terbukti melakukan ujaran kebencian dan seterusnya. Ya, sudah ada inkrah delik udah masuk. Bisa- bisa ditutup.

“Saya bisa ditutup. Cuma sepanjang itu masih berindikasi, pemerintah berupaya memberikan edukasi literasi,” jelasnya.

Untuk menyadarkan kepada public, bahwa ada hal yang memang harus disikapi secara bijak, Dinas Kominfo sudah berkali-kali  menghadiri acara acara milenial yang digagas oleh teman teman di luar. Seperti ormas membuat video keren sekali, mereka secara sukarela secara langsung membantu pemerintah tugas pemerintah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang berita hoax.

Selaku Kadis Kominfo, Provinsi Kaltara, Ilham mengedukasi kaum milenial yang ada di Kaltara  khususnya. Dalam upaya melawan berita hoax menjelang tahun politik ini terus mengadakan  program ketemu ramah ngobrol dengan teman teman milenial untuk memberikan semacam pencerahan, karena pada dasarnya manusia itu punya mindset sudah punya pengetahuan sudah punya pengalaman pengalaman mereka.

“Makanya, kalau ada undangan mengenai literasi edukasi tentang hoax, saya pasti hadir. Walaupun saya kadang kadang ada kesibukan. Ini sekarang agak susah, tapi untuk persoalan itu saya sempat-sempatkan diri bias hadir untuk memberikan semacam pencerahan dari porsi pemerintah. Tugas pemerintah dalam hal ini, karena kalau kita membiarkan teman-teman di luar sana yang mengerjakan, sangat- sangat disayangkan,” pungkas Ilham Zain.*

 

Wartawan : Selamat.AL

Editor : Surya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *