Buka Bimtek Satlinmas Bulungan, Sanusi Tekankan Peran Strategis Linmas dalam Menjaga Ketertiban Masyarakat

Teropongkaltara.com,TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kapasitas dan peran Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) sebagai garda terdepan di lingkungan desa dan kelurahan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Anggota Satlinmas Kabupaten Bulungan Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Ruang Serbaguna Kantor Gedung Gabungan Dinas, Rabu (24/6).

Kegiatan yang mengangkat tema “Meningkatkan Peran Aparatur Linmas dan Anggota Satlinmas dalam Membantu Menjaga Ketentraman dan Ketertiban Masyarakat” ini dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltara, Drs. H. Sanusi, M.Si., mewakili Gubernur Kalimantan Utara.

Dalam sambutannya, Sanusi menegaskan bahwa Satlinmas memiliki posisi penting dalam mendukung terciptanya keamanan, ketenteraman, dan perlindungan masyarakat. Mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 26 Tahun 2020, perlindungan masyarakat merupakan upaya untuk melindungi warga dari berbagai gangguan akibat bencana, sekaligus membantu penanganan bencana guna meminimalkan dampak yang ditimbulkan.

Selain itu, Satlinmas juga memiliki tugas membantu menjaga ketenteraman dan ketertiban umum, mendukung kegiatan sosial kemasyarakatan, membantu pengamanan pelaksanaan pemilihan kepala desa, pemilihan kepala daerah, pemilihan umum, hingga mendukung upaya pertahanan negara.

“Satlinmas merupakan unsur masyarakat yang berada di tingkat desa dan kelurahan yang memiliki peran strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan,” ujar Sanusi.

Data Pemprov Kaltara mencatat jumlah personel Satlinmas di wilayah Kaltara saat ini mencapai 3.044 orang yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota. Kabupaten Bulungan menjadi daerah dengan jumlah personel terbanyak yakni 1.502 orang, disusul Kabupaten Nunukan 859 personel, Kabupaten Malinau 527 personel, Kabupaten Tana Tidung 136 personel, dan Kota Tarakan 20 personel.

Menurut Sanusi, jumlah personel yang besar tersebut merupakan modal sosial yang sangat berharga dan perlu dioptimalkan untuk mendukung berbagai program perlindungan masyarakat serta menjaga stabilitas keamanan lingkungan.

“Besarnya jumlah personel ini merupakan modal sosial yang sangat berharga dan perlu dioptimalkan secara sungguh-sungguh oleh seluruh pemangku kepentingan,” katanya.

Ia menilai keberadaan Satlinmas selama ini masih identik dengan kegiatan pengamanan pesta demokrasi. Padahal, peran Satlinmas dibutuhkan secara berkelanjutan dalam menjaga ketenteraman, ketertiban, serta membantu berbagai kegiatan kemasyarakatan di lingkungan masing-masing.

Karena itu, peningkatan kapasitas melalui bimtek dinilai sangat penting guna memperkuat kemampuan teknis, keterampilan lapangan, serta membentuk sikap dan perilaku anggota Satlinmas yang profesional dan responsif terhadap berbagai tantangan.

Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan mampu menjalankan tugas dan fungsinya secara lebih efektif, baik dalam mendukung proses demokrasi maupun dalam kehidupan sosial masyarakat sehari-hari. Sinergi dengan aparat keamanan, seperti Polri dan TNI, juga menjadi bagian penting dalam mengantisipasi dan menyelesaikan berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

“Kepada seluruh peserta pelatihan, kami mengajak untuk terus meningkatkan kemampuan dan kualitas diri agar dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” pungkas Sanusi.

(Advertorial/DKISP Kaltara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *