Malinau – Ketua Umum Pengurus Provinsi Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Kalimantan Utara, Pollymart Sijabat, menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas dan prestasi karate di Kalimantan Utara melalui penguatan sumber daya manusia, khususnya wasit dan juri.
Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Penataran Wasit dan Juri (WASJUR) FORKI Tingkat Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2026 yang resmi digelar di Hotel MC dan Gelanggang Olahraga (GOR) Kabupaten Malinau, pada 8–10 Januari 2026.

Kegiatan ini dibuka secara resmi pada Kamis (8/1/2026) dan diikuti oleh 21 peserta yang merupakan perwakilan wasit dan juri dari lima kabupaten/kota se-Kalimantan Utara, yakni Kabupaten Malinau, Kota Tarakan, Kabupaten Nunukan, Kabupaten Tana Tidung, serta satu daerah lain yang masih dalam tahap verifikasi kehadiran.
Ketua Panitia Pelaksana, Malinhammad Muchdori, menyampaikan bahwa penataran ini merupakan langkah strategis FORKI Kalimantan Utara dalam meningkatkan profesionalisme serta kompetensi wasit dan juri karate, khususnya pada disiplin kata dan kumite.
“Melalui penataran ini, kami ingin memastikan seluruh wasit, juri, dan pelatih di setiap dojo maupun cabang memiliki pemahaman yang seragam terhadap aturan resmi kompetisi.
Hal ini penting untuk meminimalisir kesalahpahaman serta potensi protes dalam pelaksanaan kejuaraan maupun ujian,” ujarnya.
Penataran dilaksanakan selama tiga hari dengan materi yang disusun secara bertahap. Hari pertama diisi dengan pembekalan teori peraturan kata dan kumite serta sesi tanya jawab. Hari kedua difokuskan pada pelatihan praktis dan peninjauan materi ujian. Sementara pada hari ketiga, peserta mengikuti sesi praktik lanjutan sekaligus ujian kata dan kumite sebagai bentuk evaluasi akhir.
Dalam kesempatan tersebut, Pollymart Sijabat menegaskan bahwa peningkatan kualitas wasit dan juri merupakan fondasi utama dalam menciptakan pertandingan yang adil, profesional, dan berintegritas, serta menjadi bagian penting dalam mendorong prestasi atlet karate Kalimantan Utara di tingkat regional maupun nasional.
Dikonfirmasi secara terpisah, Ketua Harian Karate-Do GOJU KAI, Sedoin Andika Montonglayuk, SH, MH, menyampaikan bahwa wasit dan juri yang telah mengikuti penataran ini diharapkan memiliki jiwa sportivitas yang tinggi dan menjunjung nilai keadilan dalam setiap pertandingan.
Menurutnya, profesionalisme dan integritas wasit serta juri merupakan kunci utama kesuksesan sebuah pertandingan, sekaligusi menjadi faktor penentu dalam proses seleksi atlet yang benar-benar berkualitas.
“Wasit dan juri harus menjadi garda terdepan dalam menjaga sportivitas. Dengan pemahaman aturan yang kuat dan sikap yang adil, maka pertandingan akan berjalan objektif dan mampu melahirkan atlet-atlet yang memang layak dan berprestasi,” tegasnya.
Kegiatan ini dijadwalkan ditutup secara resmi pada Sabtu (10/1/2026) dengan agenda penegasan hasil evaluasi, penyelesaian administrasi peserta, serta rencana tindak lanjut berupa pendistribusian materi aturan resmi kompetisi ke seluruh cabang FORKI di Kalimantan Utara.
Dengan terselenggaranya penataran ini, FORKI Kalimantan Utara berharap kualitas penyelenggaraan pertandingan karate semakin meningkat dan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi di masa mendatang.*
Wartawan: Selamat.AL
Eksplorasi konten lain dari
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.